sudah genap satu minggu buku itu saya geletakkan begitu saja diatas kasur.
jujur, saya sudah habis akal untuk mengutak utik buku itu. semua usaha yang saya bilang masuk akal sampe diluar nalar sudah saya coba, tapi hasilnya NIHIL!!ingin sekali ke kwitang dan mendamprat engkoh engkoh itu lagi, namun anehnya tokonya sudah tutup. ketika saya tanya ke kios disampingnya, engkoh itu sudah meninggal dan tidak ada satupun anaknya yang mau menerusakan usaha bapaknya. nasihat si alm. enkoh itu juga sepertinya sudah membasi di telinga. saya sudah tidak bisa sabar lagi. sebenarnya saya ingin bakar buku itu, menjadikannya abu, kemudian dicampur dengan segelas air putih dan kemudian saya minum. siapa tau rahasia buku itu terungkap ketika buku itu "dimakan". tapi untungnya otak telah bekerjasama dengan hati, otak mencoba meredam kemarahan hati dan mengajaknya untuk berpikiran sehat.
dari pada membicarakan bagaimana caranya supaya saya bisa membaca buku keparat-tiada-duanya-yang-membuat-saya-kelabakan, lebih baik saya mendeskripsikannya kenapa mata saya tetap melirik kepada buku tersebut walaupun banyak buku lebih baik dan bagus dan bisa langsung dibaca!!
buku ini bersampul tebal (hard cover) dengan hitam sebagai warna dasarnya. dari situ saja sudah membuat penasaran setengah mati. kemudian di sekelilingnya seperti ada garis berwarna emas. bukunya berjudul PUTIH. aneh?? sudah cukup aneh bukan?
pangjangnya sekitar 20 cm dan lebarnya sekitar 13 cm. tebalnya 350 halaman dengan halaman pertama sudah hangus terbakar (insiden lighter).
apa yang membuat saya tertarik dengan buku tersebut selain keanehan dan kemisteriusannya yang tiada pernah habisnya?
karena, seperti yang saya bilang di awal, buku ini bercahaya di mata saya. dia mempunyai aura tersendiri yang sepertinya di khususkan untuk saya untuk memiliki dia. mungkin kedengarannya gila, dan tidak masuk akal, tapi taukah kalian bahwa buku ini seperti memanggil nama saya berulang ulang, dan selalu membuat saya kesulitan untuk bernapas. buku yang aneh bukan?
sekarang sudah malam, dan kepala saya seperti mau copot dari leher. sepertinya besok harus pergi ke mak minah, tukang urut langganan. mungkin sehabis diurut, otak saya bisa lebih kreatif lagi dalam mencari ide. i hope so..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar