saya tidak buta aksara. keluarga saya berpendapat pendidikan adalah yang terpenting. bapak kerja kerasa agar saya dapat bersekolah dengan layak, ibu melanjutkan perjuangannya dengan semangatnya yang tiada pernah padam. saya lancar membaca sejak tk, dan saya bahagia saya bisa membaca. buku demi buku saya lahap, di kamar, di bis, di kereta,di kamar kecil, saat jalan, saat tiduran, saat duduk, berdiri, kapanpun dimanapun. saya kehausan jika tidak ada buku didekat saya. dehidrasi berat, suntuk stadium 5. saya berharap menemukan buku yang membuat saya tidak akan kekeringan lagi, dan doa saya dikabulkan
semua berawal dari satu tahun yang lalu, ketika saya berjumpa dengan "buku" yang saya inginkan.
buku yang tak dapat tersentuh, sangat misterius diluarnya, membuat saya penasaran setengah mati. buku yang tidak dapat dibeli, tidak dapat dimiliki semudah itu.
saya menyerah dengan waktu, dengan keadaan. sudahlah, saya tutup buku. mari kita ke gramedia, lebih banyak varian buku yang dapat saya temukan. lupakan buku itu, mari kita tenggelam dalam buku yang lain.
terpesona saya dengan buku yang lain, yang memberikan kejutan kejutan disetiap lembarannya. buku yang membuat saya menangis dan tertawa, yang memberikan pelajaran dalam kehidupan ini. tapi buku ini bukan buku yang saya cari, buku ini tetap membuat saya kehausan. saya tidak bisa menemukan telaga pelepas dahaga dalam setiap babnya.
suatu hari saya pergi ke kwitang, saya menjelajah dari satu kios ke kios yang lain. saya mencari buku yang bersinar diantara tumpukan buku buku berdebu. engkoh engkoh pemilik kios menyodorkan satu buku, buku yang paling berbeda diantara buku yang lain di mata saya, dan saya sadar, itu buku yang tidak dapat saya miliki. antara senang, girang, takut dan gelisah, akhirnya buku itu ada ditangan saya. dia berada diantara jari jemari yang bersilang, memangku badannya. tak kuasa menahan luapan senang tak terkira, saya berlari pulang. tak sabar saya membacanya, membedahnya, mengutip setiap kata kata nya yang bagi saya sama berharganya dengan emas.
saya buka lembaran pertamanya......
putih..
lembaran berikutnya..
bersih..
lembaran berikutnya lagi..
kosong..
saya bingung, ini kok ga ada isinya?kemana setiap kata katanya?kalimatnya?paragrafnya?
KEMANAAAA??
apa jangan jangan tercecer ketika saya berlari tadi ya??
dengan napsu amarah tinggi, saya kembali lagi ke kios buku tadi. dengan napas tersenggal senggal sehabis berlari dan napsu mau mendamprat engkoh engkoh, omelan saya jadi belepotan.
engkoh engkoh itu hanya tersenyum mendengar ribuan serangga liarnya bukan main keluar dari mulut saya. jujur saya kecewa,,KE CE WA!!setahun sudah saya menunggu buku ini, dan apa yang saya dapat??NOTHING!!NIHIL!!
senyuman si engkoh engkoh memudar, dan keluar kalimat yang tidak akan saya lupa seumur hidup saya.."dia akan menjadi suatu yang sangat berharga di dalam khidupanmu, simpanlah terus, dan jangan menyerah"
kemudian,,BUZZZZZ,,sekelebat engkoh engkoh itu menghilang dalam pandangan, dia pergi ke pengunjung yang lain..
bagaimanakah nasib saya dalam cerita ini? mampukah dia membaca buku yang tak terbaca itu??
nanti kan terus kelanjutannya dalam TAK TERBACA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar