sampai kapan saya harus diam
bungkam
seolah olah tidak ada apapun yang terjadi
sampai kapan saya bisa memegang prinsip bahwa diam itu emas
tapi, saat emas itu mulai terlalu banyak
sangat membebani saya dan terus menghimpit
hanya ada sakit yang saya rasakan
saat napas yang saya hirup mulai terasa menyesakkan
ketika jantung terlalu bersemangat memompa darah
sehingga dada ini sakit
saya memilih berlari
saya mencoba mengelabuhi mata
saya curangi hati
meng coding otak
saya tak ingin mereka bekerja sama
saya anggap semua itu hanya delusi
hanya dementor yang lewat tanpa permisi
tapi saya salah
saya kira menggali tanah, membuang, dan mengkuburnya dalam dalam itu sudah cukup
saya tidak memperhitungkan bahwa 1 benih masih tertinggal dan tumbuh
akarnya menancap kuat, batangnya kokoh, dan daunnya lebat
rindang dan damai,,
sedamai ketika saya menatapmu
ketika saya menyentuhmu
kamu ada dan kamu nyata
dan saya hanya bisa berkata
please,,be mine
would you?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar