sudah ketiga atau empat mungkin saya membaca lagi novel SAMAN.
saya suka dengan ceritanya yang berbumbu sedikit erotis di kiri kanan, pemikiran pemikiran yang tak lazim namun memang itu yang terjadi.saya salut dengan tokoh utamanya, laila. diceritakan laila ini menyukai seseorang pria yang beristri. dimana sebelumnya dia menyukai seorang pastur padahal agama dia adalah islam. yang saya salutkan adalah, dia ini bertahan, mau menunggu sekian waktu lamanya. sabar, padahal pastur katolik sudah pasti tidak menikah, dan orang yang beristri tidak semudah itu mau melepaskan istrinya dan kemudian berpaling padanya. tapi dia masih mau menunggu sekian tahun lamanya sampai tiba disebuah titik yang menampar dia bahwa memang kenyataannya laki laki yang sedemikian dia cintai tidak bisa dia dapatkan. alasannya jelas.
itu yang saya salutkan, coba saya ada di posisi laila. mana mau saya buang buang waktu untuk menunggu yang tidak jelas seperti itu. sudah pasti akan saya tepis dari awal perasaan "suka" tsb. saya sudah menutup kemungkinan kemungkinan dan mimpi mimpi serta khayalan tingkat tinggi ke "tempatsampah". jangankan yang istilahnya pastor, atau pria beristri. lelaki single saja saya tidak berani mencintai sebegitu dalam (i do, but sometimes its hurt me alot, and now i choose for avoiding them). selalu ada bisikan bisikan tanpa wujud yang selalu membuat saya berpikir panjang, siapa saya? apa saya? saya ini punya apa? cantik pun tidak, miskin iya.
"dia masih mencintai sang mantan"
atau
"aku bukan perempuan yang dia idamkan"
atau
"sudahlah, saya capek"
terkadang, bukan hanya "bisikan bisikan" saja yang membuat saya menyerah, dan tidak mau berusaha. adakalanya saya tidak mau lagi disakiti, karena cinta itu seperi ganja, membuat saya terlalu tinggi melayang, jika efeknya habis saya sadar bahwa
peraaan saya hanya dipermainkan dan sakitnya seperti jatuh dari monas (mungkin, saya tidak pernah sebodoh itu untuk meloncat bunuh diri dari monas atau dari manapun atau bunuh diri dengan cara apapun). pokoknya sakit.
saya pernah dua hari kurang tidur,benar benar kurang tidur karena orang yang saya cintai tidak menghubungi saya karena handphonenya rusak. itu saja dengan ada alasan handphonenya rusak. bisa dibayangkan kalau tiba tiba dia menghilang dan jejaknya tak terendus?
dan ketiba sama labil itu datang, bisikan itupun muncul
"sudahlah na, berhenti memikirkan dia karena cinta bisa membunuhmu lebih dalam lagi"
ps : baru kali ini saya benar benar merasa tidak bisa tidur karena menunggu kabar, benar benar bodoh, tapi trimakasih telah memberi saya pengalaman :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar